Minggu, 08 Desember 2019

Makalah Haemopoiesis



MAKALAH
PROSES PEMBENTUKAN SEL DARAH
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah hematologi

Oleh
Tari Harviona                        (713401D19028)

Dosen pembimbing : Rahmayanti, S.pd., M.pd





PROGRAM STUDY DIPLOMA TIGA
AKADEMI ANALIS KESEHATAN PEMERINTAH ACEH
2019




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT., atas segala karunia nikmat yang begitu besar dan shalawat dan salam kita hanturkan kepada Rasul Allah yaitu Nabi Muhammad SAW. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”proses pembentukan sel darah” tanpa ada hambatan yang berarti. Penyusun bersyukur karena penyusunan makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Hal itu tidak lepas dari support, bantuan, dan konstribusi dari berbagai pihak. Untuk itu kami ucapkan terimakasih.
Terlepas dari itu, kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya kami mengharap kritik dan saran dari pembimbing. Penyusun sangat berharap agar makalah ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Demikian apa yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menambah khazanah pemikiran anda semua.

Banda Aceh, 19 November 2019

Penyusun





DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................ ii
Daftar Isi ..................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan ...................................................................................... 
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................... 
Bab II Pembahasan ..................................................................................... 
2.1 Proses Pembentukan Sel-Sel Darah .......................................... 
2.2 Asal Mula Pembentukan Sel-Sel Darah .................................... 
2.3 Sistem Peredaran Darah ............................................................ 
Bab III Penutup .......................................................................................... 
3.1 Kesimpulan .............................................................................. 
Daftar Pustaka ............................................................................................ 








BAB I


PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Hemopoesis (Hematopoesis) adalah proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Hematopoesis diambil dari bahasa Yunani Kuno yaitu “ Hema ” yang artinya Darah dan “ Posis ” yang artinya untuk membuat. Fungsi Hematopoesis adalah memproduksi sel darah untuk mengganti sel yang rusak atau mati. Hematopoesis juga sering disebut sebagai sel-sel batang hematopietic. Pada orang dewasa yang sehat, sekitar 1011-1012 sel-sel darah baru diproduksi setiap hari untuk mempertahankan tingkat tunak di sirkulasi perifer.
Sistem peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke sel dan dari sel. Sistem ini membantu stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homopoesis). Sistem peredaran darah juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem inilah yang menjamin kelangsungan hidup organisme. Didukung metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses pembentukan sel darah (hemopoesis) ?
2.      Bagaimana asal mula terbentuknya sel darah ?
3.      Apa gangguan yang terdapat pada sistem peredaran darah ?

1.3 Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan sel darah merah (hemopoesis).
2.      Untuk mengetahui bagaimana asal mula terbentuknya sel darah.
3.      Untuk mengetahui apa saja gangguan yang terdapat pada sistem peredaran darah.






BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Proses Pembentukan Sel-sel Darah (Hemopoesis atau hematopoesis)
Hemopoesis atau hematopoesis adalah proses pembentukan sel-sel darah dalam organ pembentukan sel darah, terutama dalam sumsum tulang dan organ lainnya dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Proses ini terus diperlukan untuk mepertahankan tingkat sirkulasi sel-sel darah dalam tubuh. Proses hemopoesis sangat diatur oleh kehadiran sitokin, yang akhirnya mengatur diferesiensi sel induk  hematopoesis multipotensial menjadi jenis sel tertentu melalui aktivasi faktor transkripsi.[1]



2.2 Asal Mula Pembentukan Sel-sel Darah
Asal mula semua sel darah berasal dari hemocytoblast yang kemudian berkembang menjadi beberapa sel asal. Sel-sel darah, kecuali limfosit dibentuk di dalam sumsum tulang dada, iga, panggul serta pangkal tulang paha dan lengan atas. Hemopoesis dimulai sejak fetus berada dalam kandungan, sejak saat terjadinya Succus Vitellinus sebelum terjadi organ-organ lain.
Tempat hemopoesis pada manusia berpindah-pindah sesuai dengan umur:[2]
a)   Janin
Umur 0-3 bulan (yalk sac)
Umur 3-6 bulan (hati dan limpa)
Umur 4-9 bulan (sumsum tulang)
b)   Bayi
Sumsum tulang
c)    Dewasa
Vertebra, tulang iga, sternum, tulang tengkorak, sacrum dan pelvis, ujung proksimal femur.
Pada orang dewasa dalam keadaan fisiologik semua hemopoesis terjadi pada sumsum tulang. Hemopoesis pada manusia terdiri atas beberapa periode:  
a)    Mesoblastik
Dari embrio umur 2-10 minggu. Terjadi di dala yolc sac. Yang dihasilkan
adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.
b)   Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati sedangkan pada limpa
terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati, 
disini menghasilkan Hb.
c)    Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang,kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hemopoesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit.[3]
Pada prenatal, proses pembentukan terjadi di yolk sac (kantong kuning telur), kemudian fase selanjutnya pada hepar dan lien, dan pada fase selanjutnya di sumsum tulang pada post natal, pembentukan utama terjadi di sumsum tulang. Pada keadaan patologis (sumsum tulang sudah tidak berfungsi atau kebutuhan meningkat), pembentukan dapat terjadi di nodus limfatikus, lien, timus, hepar.Pembentukan darah di luar sumsum tulang ini di sebut hematopoesis ekstra moduler. Unsur darah yang berbentuk dapat dibagi dalam dua golongan menurut tempat berkembang dan berdeferensiasi pada orang dewasa, yaitu Limfosit dan Monosit. Limfosit adalah sel-sel bulat dengan diameter yang bervariasi antara 6 sampai 8 mm.[4]

Untuk kelangsungan hemopoesis di perlukan:
1.      Sel Induk hemopoetik (hematopoietic cell)
Sel induk hemopoetik ialah sel-sel yang akan berkembang menjadi sel-sel darah, termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan butir pembeku (trombosit), dan juga beberapa sel dalam sumsum tulang seperti fibroblast.
2.      Lingkungan Mikro (Microenvirontment) sumsum tulang
Lingkungan mikro sumsum tulang adalah substansi yang memungkinkan  sel induk tumbuh secara kondusif.
3.      Bahan-bahan Pembentul Darah
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembentukan darah adalah:
a)      Asam folat dan vitamin B12; merupakan bahan pokok pembentuk inti sel
b)      Besi; sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin
c)      Cobalt, magnesium, Cu, Zn
d)     Asam Amino
e)      Vitamin lain; vitamin C, B kompleks, dan lain-lain.
4.      Mekanisme Regulasi
Mekanisme regulasi sangat penting untuk mengatur arah dan kuantitas pertumbuhan sel dan pelepasan darah yang matang dari sumsum tulang ke darah tepi sehingga sumsum tulang dapat merespons kebutuhan tubuh dengan tepat. Produksi komponen darah yang berlebihan ataupn kekurangan (defisiensi) sama-sama menimbulkan penyakit.[5]

2.3 Sistem Peredaran Darah
 Darah adalah pembawa dari molekul oksigen yang penting, sistem peredaran darah adalah sistem organ yang kompleks menjadi peran utama dan pemasok oksigen, nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Peredaran darah manusia biasa disebut peredaran darah ganda karena melewati jantung dua kali. Jika peredaran darah berjalan dengan baik itu karena adanya bantuan dari jantung, jantung akan memompa darah ke semua bagian tubuh. Biasanya denyut jantung berdenyut sekitar 72 denyut permenit. Denyut ini melemah seiring bertambahnya umur.[6]
1.          Peredaran Darah Besar dan Kecil
a.    Peredaran Darah Besar
Peredaran darah besar merupakan peredaran darah kompleks. Peredaran ini dimulai dari bilik kiri yang mengalirkan darah ke oerta, aorta menerima darah yang mengandung oksigen dan mengalirkannya pada arteri yang akan mengalirkannya ke seluruh tubuh, hingga darah memasuki pembuluh vena dan mengangkut darah yang mengandung karbondioksida. Darah yang mengandung karbondioksida dialirkan ke pembuluh vena, diantaranya akan melewati vena remur, vena renal, vena portal hepar yang tembus ke hati. Dari hati darah akan dialirkan ke vena hepar, vena ini merupakan pembuluh vena yang membawa darah berkarbondioksida dari bagian bawah tubuh manusia, untuk bagian atas darah akan dibawa oleh vena subklavika dan vena jagulum. Kedua vena tersebut, vena bagian bawah dan vena bagian atas akan bertemu di satu vena yakni vena cava dan mulai memasuki jantung sebelah kanan yaitu serambi kanan dan bilik kanan.
b.    Peredaran Darah Kecil
Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang rutenya dari paru-paru ke jantung. Jadi, darah yang mengandung karbondioksida akan dikeluarkan oleh jantung sebelah kanan yakni bilik kanan pada arteri pulmonis, darah yang mengandung karbondioksida akan mengalir pada pembuluh ini hingga sampai pada paru-paru, selanjutnya paru-paru akan mengeluarkan karbondioksida dan menghirup kembali udara yang mengandung oksigen. Oksigen akan dihirup oleh paru-paru sampai penuh, yang setelah itu darah yang mengandung oksigen terdebut akan diikat oleh darah dan dibawa kembali ke jantung melewati vena pulmonari memasuki serambi kiri sampai ke bilik kiri. [7]






BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hemopoesis atau hematopoesis adalah proses pembentukan sel-sel darah dalam organ pembentukan sel darah, terutama dalam sumsum tulang dan organ lainnya dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Proses ini terus diperlukan untuk mepertahankan tingkat sirkulasi sel-sel darah dalam tubuh. Proses hemopoesis sangat diatur oleh kehadiran sitokin, yang akhirnya mengatur diferesiensi sel induk  hematopoesis multipotensial menjadi jenis sel tertentu melalui aktivasi faktor transkripsi.
Sistem peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke sel dan dari sel. Sistem ini membantu stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homopoesis). Sistem peredaran darah juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem inilah yang menjamin kelangsungan hidup organisme.




DAFTAR PUSTAKA

EJ. Corwin. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC, 2007.
Bakta, I made. Hematologi Klinik Ringkas. Denpasar: Buku Kedokteran EGC, 2003.
Kiswari, Rukman. Hematologi & Transfusi. Semarang: Penerbit Erlangga, 2014.
Hoffbrand, A.V, dan J.E Pettit. Kapita Selekta Hematologi edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2002.
Gembong, Tjitrosoepomo, dkk. Biologi II. Jakarta: Dedik BUD, 1998.
http://www.dosenpendidikan.co.id/





[1] Corwin EJ, Buku Saku Patofisiologi (Jakarta: EGC,2007), 35.
[2] Prof. Dr. I Made Bakta, Hematologi Klinik Ringkas (Denpasar: Buku Kedokteran EGC, 2003), 2.
[3] Rukman Kiswari, Hematologi & Transfusi (Semarang: Penerbit Erlangga, 2014), 11.
[4] A.V. Hoffbrand dan J.E Pettit, Kapita Selekta Hematologi edisi 4 (Jakarta: Buku Kedokteran) 1. EGC, 2002),
[5] Prof. Dr. I Made Bakta, Hematologi Klinik Ringkas (Denpasar: Buku Kedokteran EGC, 2003), 3-7.
[6] Tjitrosoepomo Gembong, dkk. Biologi II (Jakarta: Dedik BUD, 1980).
[7] https://www.dosenpendidikan.co.id/