MAKALAH
PROSES PEMBENTUKAN SEL
DARAH
Disusun guna memenuhi
tugas mata kuliah hematologi
Oleh
Tari Harviona (713401D19028)
Dosen pembimbing : Rahmayanti,
S.pd., M.pd
PROGRAM STUDY DIPLOMA TIGA
AKADEMI ANALIS KESEHATAN PEMERINTAH
ACEH
2019
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT., atas segala karunia nikmat yang begitu
besar dan shalawat dan salam kita hanturkan kepada Rasul Allah yaitu Nabi
Muhammad SAW. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”proses
pembentukan sel darah” tanpa ada hambatan yang berarti. Penyusun bersyukur
karena penyusunan makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Hal itu tidak
lepas dari support, bantuan, dan konstribusi dari berbagai pihak. Untuk itu
kami ucapkan terimakasih.
Terlepas dari itu, kami
menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya kami
mengharap kritik dan saran dari pembimbing. Penyusun sangat berharap agar
makalah ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Demikian apa yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menambah khazanah
pemikiran anda semua.
Banda
Aceh, 19 November 2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar ............................................................................................ ii
Daftar
Isi ..................................................................................................... iii
Bab
I Pendahuluan ......................................................................................
1.1
Latar Belakang ..........................................................................
1.2
Rumusan Masalah .....................................................................
1.3
Tujuan Penulisan .......................................................................
Bab
II Pembahasan .....................................................................................
2.1
Proses Pembentukan Sel-Sel Darah ..........................................
2.2
Asal Mula Pembentukan Sel-Sel Darah ....................................
2.3
Sistem Peredaran Darah ............................................................
Bab
III Penutup ..........................................................................................
3.1
Kesimpulan ..............................................................................
Daftar
Pustaka ............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hemopoesis (Hematopoesis) adalah proses
pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi dan
diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Hematopoesis diambil dari bahasa
Yunani Kuno yaitu “ Hema ” yang artinya Darah dan “ Posis ” yang artinya untuk
membuat. Fungsi Hematopoesis adalah memproduksi sel darah untuk mengganti sel
yang rusak atau mati. Hematopoesis juga sering disebut sebagai sel-sel batang
hematopietic. Pada orang dewasa yang sehat, sekitar 1011-1012 sel-sel darah
baru diproduksi setiap hari untuk mempertahankan tingkat tunak di sirkulasi
perifer.
Sistem peredaran darah adalah suatu
sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke sel dan dari sel. Sistem ini
membantu stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homopoesis). Sistem
peredaran darah juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan
pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem inilah yang menjamin
kelangsungan hidup organisme. Didukung metabolisme setiap sel dalam tubuh dan
mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
proses pembentukan sel darah (hemopoesis) ?
2. Bagaimana
asal mula terbentuknya sel darah ?
3. Apa
gangguan yang terdapat pada sistem peredaran darah ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui bagaimana proses pembentukan sel darah merah (hemopoesis).
2. Untuk
mengetahui bagaimana asal mula terbentuknya sel darah.
3. Untuk
mengetahui apa saja gangguan yang terdapat pada sistem peredaran darah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Proses Pembentukan
Sel-sel Darah (Hemopoesis atau hematopoesis)
Hemopoesis atau hematopoesis adalah
proses pembentukan sel-sel darah dalam organ pembentukan sel darah, terutama
dalam sumsum tulang dan organ lainnya dimana terjadi proliferasi, maturasi dan
diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Proses ini terus diperlukan
untuk mepertahankan tingkat sirkulasi sel-sel darah dalam tubuh. Proses
hemopoesis sangat diatur oleh kehadiran sitokin, yang akhirnya mengatur
diferesiensi sel induk hematopoesis
multipotensial menjadi jenis sel tertentu melalui aktivasi faktor transkripsi.[1]
2.2
Asal Mula Pembentukan Sel-sel Darah
Asal
mula semua sel darah berasal dari hemocytoblast yang kemudian berkembang
menjadi beberapa sel asal. Sel-sel darah, kecuali limfosit dibentuk di dalam
sumsum tulang dada, iga, panggul serta pangkal tulang paha dan lengan atas.
Hemopoesis dimulai sejak fetus berada dalam kandungan, sejak saat terjadinya
Succus Vitellinus sebelum terjadi organ-organ lain.
Tempat
hemopoesis pada manusia berpindah-pindah sesuai dengan umur:[2]
a) Janin
Umur 0-3 bulan (yalk sac)
Umur 3-6 bulan (hati
dan limpa)
Umur 4-9 bulan (sumsum
tulang)
b) Bayi
Sumsum tulang
c) Dewasa
Vertebra, tulang iga,
sternum, tulang tengkorak, sacrum dan pelvis, ujung proksimal femur.
Pada
orang dewasa dalam keadaan fisiologik semua hemopoesis terjadi pada sumsum
tulang. Hemopoesis pada manusia terdiri atas beberapa periode:
a) Mesoblastik
Dari embrio umur 2-10
minggu. Terjadi di dala yolc sac. Yang dihasilkan
adalah HbG1, HbG2, dan
Hb Portland.
b) Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati
sedangkan pada limpa
terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang
lebih sedikit dari hati,
disini menghasilkan Hb.
c)
Mieloid
Dimulai pada usia
kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang,kelenjar limfonodi, dan
timus. Di sumsum tulang, hemopoesis berlangsung seumur hidup terutama
menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit.[3]
Pada
prenatal, proses pembentukan terjadi di yolk
sac (kantong kuning telur), kemudian fase selanjutnya pada hepar dan lien,
dan pada fase selanjutnya di sumsum tulang pada post natal, pembentukan utama
terjadi di sumsum tulang. Pada keadaan patologis (sumsum tulang sudah tidak
berfungsi atau kebutuhan meningkat), pembentukan dapat terjadi di nodus
limfatikus, lien, timus, hepar.Pembentukan darah di luar sumsum tulang ini di
sebut hematopoesis ekstra moduler. Unsur darah yang berbentuk dapat dibagi
dalam dua golongan menurut tempat berkembang dan berdeferensiasi pada orang
dewasa, yaitu Limfosit dan Monosit. Limfosit adalah sel-sel bulat dengan
diameter yang bervariasi antara 6 sampai 8 mm.[4]
Untuk
kelangsungan hemopoesis di perlukan:
1.
Sel Induk hemopoetik (hematopoietic cell)
Sel
induk hemopoetik ialah sel-sel yang akan berkembang menjadi sel-sel darah,
termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan butir
pembeku (trombosit), dan juga beberapa sel dalam sumsum tulang seperti
fibroblast.
2.
Lingkungan Mikro (Microenvirontment) sumsum tulang
Lingkungan
mikro sumsum tulang adalah substansi yang memungkinkan sel induk tumbuh secara kondusif.
3.
Bahan-bahan Pembentul Darah
Bahan-bahan
yang diperlukan untuk pembentukan darah adalah:
a) Asam
folat dan vitamin B12; merupakan bahan pokok pembentuk inti sel
b) Besi;
sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin
c) Cobalt,
magnesium, Cu, Zn
d) Asam
Amino
e) Vitamin
lain; vitamin C, B kompleks, dan lain-lain.
4.
Mekanisme Regulasi
Mekanisme
regulasi sangat penting untuk mengatur arah dan kuantitas pertumbuhan sel dan
pelepasan darah yang matang dari sumsum tulang ke darah tepi sehingga sumsum
tulang dapat merespons kebutuhan tubuh dengan tepat. Produksi komponen darah
yang berlebihan ataupn kekurangan (defisiensi) sama-sama menimbulkan penyakit.[5]
2.3 Sistem Peredaran
Darah
Darah
adalah pembawa dari molekul oksigen yang penting, sistem peredaran darah adalah
sistem organ yang kompleks menjadi peran utama dan pemasok oksigen, nutrisi ke
seluruh sel dan jaringan tubuh. Peredaran darah manusia biasa disebut peredaran
darah ganda karena melewati jantung dua kali. Jika peredaran darah berjalan
dengan baik itu karena adanya bantuan dari jantung, jantung akan memompa darah
ke semua bagian tubuh. Biasanya denyut jantung berdenyut sekitar 72 denyut
permenit. Denyut ini melemah seiring bertambahnya umur.[6]
1.
Peredaran Darah Besar dan Kecil
a. Peredaran
Darah Besar
Peredaran darah besar
merupakan peredaran darah kompleks. Peredaran ini dimulai dari bilik kiri yang
mengalirkan darah ke oerta, aorta menerima darah yang mengandung oksigen dan
mengalirkannya pada arteri yang akan mengalirkannya ke seluruh tubuh, hingga
darah memasuki pembuluh vena dan mengangkut darah yang mengandung
karbondioksida. Darah yang mengandung karbondioksida dialirkan ke pembuluh
vena, diantaranya akan melewati vena remur, vena renal, vena portal hepar yang
tembus ke hati. Dari hati darah akan dialirkan ke vena hepar, vena ini
merupakan pembuluh vena yang membawa darah berkarbondioksida dari bagian bawah
tubuh manusia, untuk bagian atas darah akan dibawa oleh vena subklavika dan
vena jagulum. Kedua vena tersebut, vena bagian bawah dan vena bagian atas akan
bertemu di satu vena yakni vena cava dan mulai memasuki jantung sebelah kanan
yaitu serambi kanan dan bilik kanan.
b. Peredaran
Darah Kecil
Peredaran darah kecil
merupakan peredaran darah yang rutenya dari paru-paru ke jantung. Jadi, darah
yang mengandung karbondioksida akan dikeluarkan oleh jantung sebelah kanan
yakni bilik kanan pada arteri pulmonis, darah yang mengandung karbondioksida
akan mengalir pada pembuluh ini hingga sampai pada paru-paru, selanjutnya
paru-paru akan mengeluarkan karbondioksida dan menghirup kembali udara yang
mengandung oksigen. Oksigen akan dihirup oleh paru-paru sampai penuh, yang
setelah itu darah yang mengandung oksigen terdebut akan diikat oleh darah dan
dibawa kembali ke jantung melewati vena pulmonari memasuki serambi kiri sampai
ke bilik kiri. [7]
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Hemopoesis
atau hematopoesis adalah proses pembentukan sel-sel darah dalam organ
pembentukan sel darah, terutama dalam sumsum tulang dan organ lainnya dimana
terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara
serentak. Proses ini terus diperlukan untuk mepertahankan tingkat sirkulasi
sel-sel darah dalam tubuh. Proses hemopoesis sangat diatur oleh kehadiran
sitokin, yang akhirnya mengatur diferesiensi sel induk hematopoesis multipotensial menjadi jenis sel
tertentu melalui aktivasi faktor transkripsi.
Sistem
peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke sel
dan dari sel. Sistem ini membantu stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari
homopoesis). Sistem peredaran darah juga merupakan bagian dari kinerja jantung
dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem inilah
yang menjamin kelangsungan hidup organisme.
DAFTAR
PUSTAKA
EJ.
Corwin. Buku Saku Patofisiologi.
Jakarta: EGC, 2007.
Bakta,
I made. Hematologi Klinik Ringkas.
Denpasar: Buku Kedokteran EGC, 2003.
Kiswari,
Rukman. Hematologi & Transfusi.
Semarang: Penerbit Erlangga, 2014.
Hoffbrand,
A.V, dan J.E Pettit. Kapita Selekta
Hematologi edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2002.
Gembong,
Tjitrosoepomo, dkk. Biologi II.
Jakarta: Dedik BUD, 1998.
http://www.dosenpendidikan.co.id/
[1] Corwin EJ, Buku Saku Patofisiologi (Jakarta: EGC,2007), 35.
[2] Prof. Dr. I Made Bakta, Hematologi Klinik Ringkas (Denpasar:
Buku Kedokteran EGC, 2003), 2.
[3] Rukman
Kiswari, Hematologi & Transfusi (Semarang:
Penerbit Erlangga, 2014), 11.
[4] A.V. Hoffbrand dan J.E Pettit, Kapita Selekta Hematologi edisi 4
(Jakarta: Buku Kedokteran) 1. EGC, 2002),
[5] Prof. Dr. I Made Bakta, Hematologi Klinik Ringkas (Denpasar:
Buku Kedokteran EGC, 2003), 3-7.
[6] Tjitrosoepomo Gembong, dkk. Biologi II (Jakarta: Dedik BUD, 1980).
[7]
https://www.dosenpendidikan.co.id/

